Ada kesalahan di dalam gadget ini

Entri Populer

Kamis, 21 Oktober 2010

Analisis Kurikulum IPS Tingkat SD, SMP, dan SMA


Analisis Kurikulum IPS Tingkat SD, SMP, dan SMA

Pendidikan IPS sebagai pendidikan disiplin ilmu dengan identitas bidang kajian elektik yang dinamakan ”an integrade system of knowledge”, syntetic discipline, multidimensional dan kajian monodisiplin. Pada tahun 1970 mulailah diperkenalkan Pendidikan IPS sebagai pendidikan displin ilmu. Pendidikan IPS memiliki kekhasan yakni kajian yang bersifat terpadu (integrated), interdisipliner, multidimensional bahkan crossdisiplier. Karakter ini terlihat dari perkembangan PIPS sebagai mata pelajaran di sekolah yang cakupan materinya semakin meluas seiring dengan kompleks dan rumitnya permasalahan sosial yang memerlukan kajian secara terinategrasi dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam, teknolo, humaniora, lingkungan bahkan sistem kepercayaan. Oleh karena itu IPS di tingkat sekolah pada dasarnya bertujuan untuk mempersiapkan para peserta didik sebagai warga negara yang menguasai pengetahuan (knowledge), keterampilan (sikap), dan nilai (attitudes and values) yang dapat digunakan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah pribadi atau masalah sosial serta kemampuan mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan agar menjadi warga negara yang baik.

Pengertian IPS di tingkat persekolahan mempunyai perbedaan makna khusus antara IPS Sekolah Dasar (SD), dengan IPS untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan IPS untuk Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurut Noman Sumantri bahwa tujuan Pendidikan IPS pada tingkat sekolah adalah :
1. Menekankan tumbuhnya nilai kewarganegaraan, moral, ideologi negara dan agama.
2. Menekankan pada isi dan metode berfikir ilmuwan
3. Menekankan reflective inquiry

1. Jenjang SD/MI

Pada jenjang SD/MI, perorganisasian materi mata pelajaran IPS menganut pendekatan terpadu(integrated) yaitu materi pelajaran dikembangkan dan disusun tidak mengacu pada disiplin ilmu yang terpisah melainkan mengacu pada aspek kehidupan nyata peserta didik sesuai dengan karakteristik usia, tingkat perkembangan berfikir dan kebiasaan bersikap dan berprilakunya. Secara konseptual materi pelajaran IPS di SD belum mencakup dan mengakomodasi seluruh disiplin ilmu sosial.

2. Jenjang SMP/MTSn

Pada jenjang SMP/MTSn pengorganisasian materi mata pelajaran IPS menggunakan pendekatan korelasi yaitu materi pelajaran dikembangkan dan disusun mengacu pada beberapa disiplin ilmu secaara terbatas kemudian dikaitkan dengan aspek kehidupan nyata peserta didik sesuai dengan karakteristik usia, tingkat perkembangan berpikir dan kebiasaan sikap dan berperilaku. Secara konseptual, materi pelajaran IPS di SPM belum mencakup dan mengkomodasi seluruh didiplin ilmu sosial.

3. Jenjang SMA/MA/SMK

Pada jenjang SMA/ MA/SMK pengorganisasian mata pelajaran IPS menggunakan pendekatan terpisah (separated) artinya materi pelajaran dikembangkan dan disusun mengacu pada beberapa disiplin ilmu sosial secara terpisah. Dalam dokumen Permendiknas (2006), IPS untuk SMA dan MA lebih merupakan rumpun, sedangkan mata pelajaran adalah nama disiplin ilmu sosial tradisional yakni sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi. Sedangkan di SMK dan SMALB nama IPS adalah nama mata pelajaran seperti di SD/MI dan SM/MTs


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar